Teruntuk kalian yang masih awam dan tidak memiliki pengetahuan sama sekali untuk memulai investasi saham syariah. Saya akan jelaskan melalui artikel ini mengenai hal apa saja yang mesti diketahui dan dipersiapkan. Semoga dapat membantu.

alvininfo.com - Sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai perbedaan saham syariah dan konvensional disini. Buat kalian yang belum tahu mengenai perbedaan antara kedua saham tersebut bisa dibaca dulu. Pada pembahasan kali ini, saya akan lebih fokus membahas mengenai cara memulai investasi saham syariah bagi pemula.

Teruntuk kalian yang masih awam dan tidak memiliki pengetahuan sama sekali untuk memulai investasi saham syariah. Saya akan jelaskan melalui artikel ini mengenai hal apa saja yang mesti diketahui dan dipersiapkan. Semoga dapat membantu. Aamiinn


Cara Memulai Investasi Saham Syariah
 

1. Modal Deposit

Pertama yang harus dipersiapkan adalah modal. Modal ini diperlukan untuk pembuatan rekening efek syariah di perusahaan sekuritas yang sudah memiliki fitur SOTS. Saat ini ada 18 perusahaan sekuritas resmi terdaftar di OJK yang memiliki fitur SOTS.

Dalam pembuatan rekening efek di perusahaan sekuritas perlu setor deposit dulu dengan jumlah kisaran Rp 1 Jt - Rp 3 Jt. Seperti BNI Sekuritas dan Philip Sekuritas modal deposit yang diperlukan RP 1 Juta, Mirae Assets Rp 3 Juta, Mandiri Sekuritas Rp 2 Jt tetapi ada juga yang lebih sedikit. Contohnya RHB hanya membutuhkan modal deposit 100k saja.

Oiyaa yang perlu kalian tau juga nih, modal deposit tidak langsung digunakan untuk membeli saham jadi uang yang disetor modal deposit ini nanti masuknya ke rekening dana nasabah kalian. Rekening dana nasabah adalah rekening yang dibuatkan oleh perusahaan sekuritas sebagai tempat penyimpanan uang untuk melakukan jual beli saham sedangkan rekening bank yang tersambung dengan RDN digunakan untuk mencairkan keuntungan hasil investasi saham. Jadi beda ya antara rekening dana nasabah dengan rekening bank, saya jelaskan karena waktu awal mulai investasi saya sempat bingung mengenai hal ini.

2. Fee Jual dan Beli 

Dalam melakukan jual beli saham, satuan yang digunakan adalah LOT. Satu LOT = Seratus lembar saham, jadi kalo mau beli atau jual saham minimal satu LOT.  Penting juga untuk mengetahui fee transaksi jual dan beli dari setiap perusahaan sekuritas. Manfaatnya adalah untuk mengetahui total uang yang keluar atau masuk dalam setiap melakukan transaksi dan sebagai indikator dalam memilih perusahaan sekuritas. 

Sekuritas RDN Deposit Fee
Transaksi
Platform
Indopremier Sekuritas

BCA, Mandiri, Permata Tidak Ada
Jual 0,29%
Beli 0,19%
PC, Android, iOS
Mirae Asset Sekuritas

BCA, Mandiri, Permata, CIMB Niaga 10 Juta
Jual 0,25%
Beli 0,15%
PC, Android, iOS
Philip Sekuritas BCA, Mandiri, Permata 500 Ribu
Jual 0,30%
Beli 0,20%
Web, Mobile, Desktop
Mandiri Sekuritas Mandiri 2 Juta
Jual 0,28%
Beli 0,18%
Web, Mobile, Desktop
RHB Sekuritas BCA, BCA Syariah 100 Ribu
Jual 0,25%
Beli 0,15%
Web, Mobile, Desktop
Panin Sekuritas
Panin Bank, BCA Permata, Mandiri
10 Juta
Jual 0,30%
Beli 0,20%

Web, Desktop, Android, iOS
BNI Sekuritas BNI, BNI Syariah 1 Juta
Jual 0,25%
Beli 0,15%

Android, iOS, Web, Desktop
MNC Sekuritas BCA, CIMB Niaga 100 Ribu
Jual 0,28%
Beli 0,18%
Desktop, Android, iOS
FAC Sekuritas BCA, Mandiri 3 Juta
Jual 0,28%
Beli 0,18%
Desktop, Web, Mobile

Henan Putihrai Sekuritas
BCA, CIMB Niaga 500 Ribu
Jual 0,28%
Beli 0,18%
Android, iOS, Desktop

Samuel Sekuritas Indonesia
BCA, Mandiri 1 Juta
Jual 0,28%
Beli 0,18%
Desktop, Web, Mobile

Maybank Kim Eng Sekuritas
BCA, CIMB Syariah
Jual 0,27%
Beli 0,17%

Desktop, Web, Mobile, Android, iOS
Phintraco Sekuritas BCA Syariah, BSM 100 Ribu
Jual 0,25%
Beli 0,15%
Desktop, Android, iOS

3. Memilih Perusahaan Sekuritas


Mungkin dua poin diatas dapat dijadikan indikator dalam memilih perusahaan sekuritas. Ketika kalian sudah yakin dengan perusahaan sekuritas yang dipilih, langkah selanjutnya adalah melakukan pendaftaran sesuai mekanismenya masing-masing. Persyaratan yang dibutuhkan untuk proses pembukaan rekening efek.

  • Fotokopi KTP
  • Buku Rekening Tabungan (WAJIB atas nama pemilik KTP yang dijadikan persyaratan)
  • Materai
  • NPWP (jika ada)
Setelah kalian terdaftar di perusahaan sekuritas yang dipilih dan sudah memiliki rekening dana nasabah. Alangkah baiknya sebelum melakukan investasi, kalian mencoba fitur-fitur yang ditawarkan oleh perusahan sekuritas. 

4. Memilih Teknik Analisis Saham Syariah

Saya menganjurkan kepada para pemula sebelum memulai berinvestasi saham. Pelajari dulu analisis yang akan digunakan dan coba praktekkan hasil analisis yang dipelajari dengan menggunakan modal yang kecil dulu untuk meminimalisir kerugian. Analisis yang digunakan dalam berinvestasi saham ada dua, yaitu :

  1. Analisis Fundamental

    Analisis fundamental terbagi menjadi dua: kuantitatif dan kualitatif . Analisis fundamental kuantitatif bersifat numerik (angka-angka), mempelajari laporan keuangan perusahaan dan rasio-rasionya. Sementara itu, Analisis fundamental kualitatif fokus pada faktor-faktor bisnis yang tidak bisa diukur. Misalnya, karakter dan rekam jejak dewan komisari, direksi, pengakuan merek produk, dan hak paten penemuan produk baru dari perusahaan.

  2. Analisis Teknikal

    Analisis ini berfokus pada aksi pasar, terutama dengan menggunakan chart atau grafik untuk memprediksi tren harga saham di masa depan. Berdasarkan data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga dan volume yang sudah mereka pelajari.

Analisis yang digunakan, menentukan profesi kalian di dunia investasi saham. Jika memilih analisis teknikal kalian akan menjadi seorang trader. Sedangkan jika memilih analisis fundamental kalian akan menjadi seorang investor. 

5. Memilih Saham Syariah Pilihan 


Terakhir kalian bisa memilih dan menganalisis saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan masuk kedalam Daftar Efek Syariah melalui kode indeks saham syariah, seperti:

    1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 
    2. Jakarta Islamic Indeks (JII)
    3. Jakarta Islamic Indeks 70 (JII70)
    4. IDX-MES BUMN 17 (IDXMESBUMN)

Cara mencarinya kalian bisa klik link berikut. Lalu masukkan kode indeks saham syariah yang saya sebutkan diatas.

Pilih Jadi Investor atau Trader:

Biasanya ada dua tipe pelaku di pasar saham, yaitu 

  • Investor adalah mereka yang membeli suatu saham lalu menyimpan saham tersebut untuk keperluan investasi. Biasanya periode investasi mereka adalah jangka panjang.
  • Trader adalah mereka yang aktif melakukan jual beli saham dalam periode jangka pendek, mulai dari hitungan menit, jam, harian, mingguan hingga bulanan.