Siapa yang tidak mengenal warren buffett ?. Beliau adalah investor tersukses dan menjadi crazy rich dunia. Bagaimana tidak, hartanya saja mencapai 1.482,5 Triliun dan semua itu dihasilkan dari investasi. Warren Buffet adalah seorang value investor atau investor bernilai yang mendapat julukan oracle of omaha.


alvininfo.com - Siapa yang tidak mengenal warren buffett ?. Beliau adalah investor tersukses dan menjadi crazy rich dunia. Bagaimana tidak, hartanya saja mencapai 1.482,5 Triliun dan semua itu dihasilkan dari investasi. Warren Buffet adalah seorang value investor atau investor bernilai yang mendapat julukan oracle of omaha. Investor bernilai membeli saham bukan berdasarkan harga saham melainkan kinerja perusahaan.

Seorang value investor seperti warren buffet memiliki mindset membeli saham = membeli bisnis. Ketika kita membeli saham suatu perusahaan artinya kita ikut membeli kepemilikan di perusahaan tersebut. Jadi kita akan menjadi pemilik dari bisnis tersebut, walaupun porsi kepemilikan kita sangat-sangat kecil.  


Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Cara Analisis Fundamental Saham


Cara Berinvestasi Warren Buffett

Mencari Perusahaan Franchise

Ketika warren buffett ingin membeli bisnis. Ia selalu membeli bisnis dengan produk dan keunggulan kompetitif yang langgeng juga menjadi market leader di sektornya. Bisnis franchise diibaratkan bangunan yang dikelilingi benteng yang tinggi dan parit yang dalam.
Bisnis semacam ini tidak terkalahkan karena franchise ekonomi menyediakan jasa atau produk yang :
  1. Diperlukan atau diinginkan
  2. Tidak membutuhkan modal yang berlebihan
  3. Tidak mempunyai kompetitor yang dapat menggantikannya dalam waktu dekat
  4. Tidak terpengaruh oleh regulasi harga
Pastikan selalu mempelajari fundamental bisnis perusahaan sebelum membelinya. Hal ini akan membantu anda membuat keputusan investasi yang lebih baik dan dapat meningkatkan prospek kesuksesan anda dalam jangka panjang.

Membeli Perusahaan Berteknologi Rendah, Bukan Berteknologi Tinggi


Dalam dunia buffett, cara berinvestasi nya selalu membeli perusahaan berteknologi rendah bukan berteknologi tinggi. Investasi yang sukses jarang dihasilkan dari bisnis yang canggih seperti roket dan laser akan tetapi lebih banyak dihasilkan dari bisnis yang sederhana dan mudah dimengerti seperti batu bata dan permen karet. Warren Buffett senang memiliki bisnis yang sederhana semacam itu karena mudah dipahami, stabil, dan mempunyai cash flow yang mudah diprediksi. 

Bukan perusahaan yang menarik dan mengesankan. Hanya perusahaan yang memiliki good corporate governace bagus yang tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Labanya konsisten dan pendapatannya bertumbuh setiap tahun. 

Perusahaan berteknologi tinggi mungkin bagus untuk sebagian orang. Namun ketika buffett tidak memiliki pengetahuan mengenai perusahaan manakah yang dapat menghasilkan uang lebih banyak dan menjadi market leader di industri nya, dia akan menjauh. Sebaliknya, ketika dia memahami aliran pendapatannya, dia cenderung akan membelinnya. Dia adalah orang yang disiplin.

Membeli Bisnis Bukan Saham


Salah satu cara berinvestasi yang sukses adalah mengingatkan diri bahwa anda membeli sebagian jasa atau usaha dari bisnis yang nyata ketika melakukan pembelian saham. Lembaran saham tidak memiliki arti penting, saham hanyalah representasi dari perusahaan yang riil. Menurut Warren Buffett yang harus dipikirkan adalah kumpulan bisnis perusahaan real yang terjun di bisnis yang tepat.

Dengan kata lain, membeli saham bukan berarti "menggoreng pasar" tetapi membeli bisnis-bisnis yang tepat. Untuk long therm, bisnis yang tepat hampir selalu berarti kekayaan. Dengan analogi yang sama, bisnis yang salah tidak akan mampu memberikan keuntungan yang serupa dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Fokuskan Investasi Saham Anda


Hampir semua ahli memberi saran kepada para investor untuk melakukan diversifikasi yang luas dengan membeli saham di perusahaan yang berbeda secara bersamaan sehingga jika saham tertentu jatuh, tidak akan menghancurkan portofolio yang anda miliki. Tetapi Warren Buffett tidak berpendapat demikian. Menurutnya, Diversifikasi adalah praktek pemilikan saham pada banyak perusahaan yang berbeda. 

Bagi Warren Buffett hal tersebut bukan merupakan cara berinvestasi yang tepat. Kebijakan Buffet adalah mengonsentrasikan sahamnya. Seringkali dia hanya memiliki beberapa saham dan menginvestasikan banyak uang dalam saham-saham itu. Jika anda telah menemukan perusahaan yang tepat, mengapa harus membeli sahamnya sedikit.

Putuskan Sendiri Investasi Anda

Warren Buffet berkeyakinan bahwa banyak orang bisa meraih kesuksesan dalam berinvestasi tanpa harus mengandalkan pialang, pakar pasar modal, atau profesional lainnya. Menurut Buffet, pada umumnya orang-orang yang dianggap pakar ini tidak banyak gunanya. Apapun yang diklaim oleh mereka berdasarkan apa yang dapat mereka lakukan, Anda mampu melakukannya lebih baik untuk diri sendiri. 

Logikanya, para pialang tidak akan mendapatkan uang apabila klien mereka menahan sahamnya untuk jangka waktu yang panjang, sebagaimana prinsip dasar Warren Buffett. Pialang mengonsentrasikan perhatiannya pada aktivitas transaksi karena mereka dibayar berdasarkan jumlah transaksi yang dilakukan oleh investor. Tidak peduli apakah investasi yang dilakukan merupakan langkah yang bijak atau buruk.

Ketahanan Emosional Yang Tepat

Meskipun sederhana dan mudah dimengerti, tidak semua orang bisa menerapkan filosofi investasi Buffett. Begitu anda membekali diri dengan pemahaman mengenai pendekatan Buffett, hal terpenting yang harus dikembangkan selanjutnya adalah ketahanan emosional yang tepat untuk menjadi investor yang handal. Ketahanan emosional yang tepat artinya mempertahankan akal sehat anda setiap saat.

Artinya, memiliki pola pikir yang tepat dibutuhkan ketika menghadapi kejadian yang tak terelakkan seperti berita buruk dan kemunduran yang membuat saham anda terancam. Tekad baja dan sikap tenang juga diperlukan ketika segala sesuatu terlihat memburuk. Namun ketahanan emosional yang tepat juga berarti mempertahankan pikiran anda tetap jernih pada situasi-situasi ekstrem lainnya; misalnya, ketika pasar saham melonjak dan orang-orang di sekitar anda mulai tamak dan lepas kendali. 

Bersabar adalah Cara Berinvestasi Terbaik

Studi kasus mengenai kesabaran dalam berinvestasi contohnya, ketika Warren Buffett berusia 11 tahun. Saham yang pertama ia beli adalah tiga saham Cities Service Preferred dengan harga $38 per lembar. Tidak lama kemudian dia menjual ketiga sahamnya ketika harga menyentuh 40 dolar sehingga memberinya laba bersih sebesar 5 dolar. Beberapa tahun kemudian, saham Cities Service Preferred ini dijual dengan harga 200 dolar per lembar. Buffet telah belajar sejak awal mengenai pentingnya kesabaran dalam berinvestasi.

Untuk praktiknya tentu saja tidak mudah untuk bersabar, tetapi memiliki ketahanan emosional yang tepat merupakan komponen yang sangat penting ketika menjadi investor nilai. Sabar memang pahit diawalnya tapi manis diakhirnya.


Warren Buffett Quotes Indonesia

  • "Jika kamu membeli hal yang tidak dibutuhkan, suatu saat nanti kamu harus menjual barang yang dibutuhkan"

  • "Kamu tidak perlu melakukan hal yang luar biasa untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa"